Leadwinner : Tempat E-book Indonesia Gratis

0
Banyak orang lebih suka baca buku berwujud fisik dari pada membaca e-book karena beberapa alasan seperti mata cepat lelah karena membaca di layar atau kenyataan bahwa e-book yang beredar di dunia maya kebanyakan menggunakan bahasa inggris. Disisi lain, e-book yang ada kebanyakan juga legal tidak legal. Sering pula ketika masuk ke situs yang yang jelas-jelas ada tulisannya “Download free e-book” kita ujung-ujungnya juga diminta bayar buat berlangganan. Atau harus buka link ini, link itu, sampai kita sendiri bingung dan bertanya-tanya sebenarnya tempat download e-booknya ada dimana sih? Intinya cari e-book novel Indonesia itu susah. Berbekal semangat buat memperbanyak e-book berbahasa Indonesia dan untuk menyebarluaskan karya, saya membuat leadwinner.blogspot.com. Kenapa leadwinner? Karena sebutannya seperti nama saya: lidwina. Berbeda dengan novel biasa, e-book buatan saya ini dibuat dengan punya ciri khas e-book sendiri yakni tidak banyak deskripsi, alur cepat, dan panjang hanya sekitar 100 halaman. Oleh karenanya diharapkan e-book yang leadwinner.blogspot.com bagikan dapat memuaskan pembaca untuk mendapat cerita gratis dan tidak menyiksa mata. Yuk kunjungi leadwinner

Jembatan Tak Kembali

1
Mulailah mereka mencuri kucing-kucing Jose. Yang kuning. Yang coklat. Yang hitam. Yang putih. Dan yang kelabu pun dicurinya.

Dan sebagai jembatan, maka Jembatan Tak Kembali adalah jembatan yang begitu indah. Kerangkanya berwarna merah. Punggungnya kuning keemasan. Sedangkan pagar pembatas samping kiri-kanannya seakan-akan selalu berputar pelan. Seperti berputarnya jarum jam yang bunyinya begitu halus. Deg-deg-deg surrr.

Tapi, meski tak kembali, selalu saja, hampir tiap saat ada yang menyeberangi jembatan itu. Dan si penyeberangnya berasal dari sekian kalangan yang berbeda. Baik berbeda umur, status, atau kepandaian. Dan rata-rata, mereka selalu menampakkan wajah yang ceria. Penuh harap. Dan gelora.

Bahkan, jika kalian saksikan, selalu saja ada di antara mereka (yang menyeberang itu) bernyanyi. Terutama bernyanyi tentang apa-apa yang membuat semua nafsu buruk memadam. Berganti dengan seribu genta mungil yang melayang-layang. Genta mungil yang berdenting. Seperti denting sebaris mantra. Mantra tentang sorga yang dicinta. Sorga yang ketemu lagi.

Dan sorga yang akan membuat mereka mencapai tingkat yang tiada tara. Tingkat, di mana, apa yang mereka sandang akan menjadi sempurna. Dan menjadi sesuatu yang menurut kabar yang ada, mencapai titik yang tak terjabarkan lagi. Misalnya, yang pintar masak, akan dapat memasak tanpa kompor. Yang pintar silat, akan bersilat tanpa bergerak. Dan yang pintar berlari, akan berlari tanpa mengenal tenaga.

”Hoi, berilah kami kelancaran untuk menyeberang!”
”Hoi, juga kelancaran agar tak terperosok!”
”Hoi, juga keteguhan diri!”

Tentu saja, meski mereka menyebut: ”Hoi!,” tapi nada suara mereka bukanlah nada yang memaksa. Sebaliknya, penuh ketulusan dan kerendahan hati. Ibarat sebuah lautan yang biru dan dalam, betapa, betapa tenangnya nada suara mereka. Dan ibarat gunung yang menjulang, betapa, betapa, sampainya puncak gunung itu ke langit lapis ketujuh.

Langit yang di semua sisinya begitu meluas dan makin meluas. Seperti tak ada lagi makhluk yang sanggup mengukurnya. Meski itu cuma di dalam pikiran dan khayalan. Pikiran dan khayalan yang sanggup untuk menulis sekian ribu halaman buku. Buku yang berisi tentang semua pengetahuan yang pernah ditemukan dan yang akan ditemukan.

”Ayo, kita menyeberang. Sampai jumpa ya!”
”Yup, kita menyeberang bersama-sama!”
”Siap! Ayo berangkat!”

Dan mereka (yang menyeberang itu) pun menyeberanglah. Dan rasanya, ketika kaki mereka menjejak di punggung jembatan, pun menjelma semacam langkah-langkah sebuah tarian. Langkah-langkah yang gemulai. Ke kiri, ke kanan. Indah dan memesona. Mungkin, jika saja langkah-langkah itu berada di atas panggung, tentu akan menjadi sebuah pertunjukan yang serasi, kompak, dan menggetarkan.

Sedangkan bagi yang melihatnya. Yang berada di pingir-pinggir, dan yang tak ikut menyeberang, cuma bisa melambai. Sambil tetap mengarahkan pandangannya tanpa berkedip. Di hati mereka, pun penuh dengan doa. Doa yang bermuara pada satu harap: ”Cepat atau lambat, kami segera juga menyeberang. Menyusul mereka. Menyusul untuk mencapai kesempurnaan. Tunggu saja.”

Hmm, itulah ceritaku tentang Jembatan Tak Kembali. Sebuah cerita yang penuh teka-teki. Kenapa? Karena aku yakin, kalian pasti akan bertanya: ”Jika mereka yang menyeberang itu telah sampai di seberang jembatan. Di tempat yang berkabut dan berisi kesempurnaan, lalu apa yang dilakukannya? Apakah mereka menjadi puas? Atau ada hal lain yang perlu untuk juga diceritakan di sini?”

Ahai, pertanyaan yang bagus. Pertanyaan yang memang aku nanti. Dan jujur saja, ternyata, ketika telah sampai di seberang, dan memperoleh kesempurnaan yang diharapkannya itu, mereka memang menjadi lain. Apa yang mereka sandang telah mencapai pada titik yang tiada tara. Tak terjabarkan. Semuanya hanya tinggal dipinta dan diucapkan. Langsung tersedia. Dan langsung bisa untuk direngkuh.

”Aku ingin berlari ke bukit!” maka sampailah mereka ke bukit. Atau ”Aku ingin merasakan masakan paling nikmat!” pun langsung tersedia. Dan itu membuat mereka bahagia. Dan membuat mereka untuk terus-terusan mengucapkan ini-itu yang beragam. Ini-itu yang membuat mereka cuma berada di tempat. Tak bergerak. Sebab, buat apa mesti bergerak, jika apa yang diinginkan selalu tersedia di hadapan. Tersedia dalam aneka ragam yang dapat disesuaikan.

Jadinya, karena kelamaan tak bergerak, pelan-pelan mereka pun menjadi terdiam. Hanya mata mereka saja yang kedap-kedip. Mata yang begitu sempurna dan layak untuk disebut sebagai mata yang bulat, bundar, dan penuh ketenangan. Mata yang kini tampak tak lagi memikirkan bagaimana cara mengasah apa yang disandangnya.

Ya, mereka kini bukan lagi sebagai pengejar dari apa yang mesti dikejar. Sebaliknya, mereka jadi sebagai si pendiam. Si pendiam yang tak lagi menginginkan apa-apa. Sebab, apa yang mesti diinginkan, jika semuanya begitu mudah untuk terwujud dan tercapai? Dan begitu mudah untuk dibentuk hanya dengan sebuah ucapan? Dan rasa-rasanya, tanpa mereka sadari tubuh mereka pun mulai mengeluarkan serabut.

Serabut halus. Serabut yang entah apa warnanya. Tapi begitu berkilau. Dan begitu menerangi tempat di mana mereka berada. Dan saking terangnya, apa-apa yang bergeriapan di sekeliling mereka pun terlihat. Apakah itu yang terbang, merayap, berguling, atau hanya sekadar terpaku tak bergerak. Semuanya terlihat. Dan semuanya seakan-akan memang begitu bahagia hanya untuk dapat terlihat.

”Akh, aku tak jadi menyeberang deh!”
”Loh?”
”Iya. Jika akhirnya cuma seperti itu, terus buat apa.”

Ya, ya, itu adalah perkataan Jose di pagi ini. Perkataan yang mungkin kesekian kalinya. Dan memang perlu kalian ketahui, Jose adalah satu-satunya orang yang kerap membatalkan niatnya ketika akan menyeberangi jembatan.

Padahal, jika boleh aku bercerita pada kalian, semua yang ada di diri Jose sudah mumpuni. Dan layak untuk mencapai kesempurnaan. Lain itu, barangkali, hanya Jose-lah yang telah digadang-gadang oleh semua orang untuk segera menyeberang.

”Tapi, siapa nanti yang akan memberi makan kucing-kucingku?” sergah Jose.

Kucing? Astaga, inilah alasan sejak dulu yang mengganjal diri Jose untuk menyeberang. Alasan untuk memberi makan kucing-kucingnya. Dan kini, kucing-kucing Jose tidak lagi lima atau enam ekor. Tapi mungkin hampir lima puluh ekor. Dan setiap pagi, siang, dan sore selalu diberinya makan.

”Kucing-kucingku butuh makanan yang layak?” begitu tambah Jose, ”Sebab kucing-kucingku itu hampir tiap malam mengejari tikus-tikus. Tikus-tikus yang gemar merusak setiap apa yang ada di kampung. Dan kalian tahu jugakan, tikus-tikus yang merusak itu, kini semakin banyak. Gemuk-gemuk. Dan ngawur-ngawur. Bahkan, saking ngawurnya, di siang bolong pun berani merusak juga. Seperti sudah tak ada lagi yang ditakuti.”

”Terus, kapan kau akan jadi sempurna?” tanya seseorang.
”Aduh, biarlah tak jadi sempurna. Asalkan kucing-kucingku masih dapat aku urus.”

Dan seperti yang sudah-sudah, Jose pun kembali meninggalkan pinggir Jembatan Tak Kembali. Semua orang memandangnya. Semua orang melongo. Dan seperti pendekar dari dunia antaberantah, kucing-kucingnya pun mengintil. Kucing-kucing yang lucu. Kucing-kucing yang tangkas. Dan kucing-kucing yang membuat orang yang melihatnya jadi gemas.

Bagaimana tidak gemas, kucing-kucing itulah yang kerap mengganggu mereka ketika sedang makan. Atau sedang enak-enak tidur. Sebab, tingkah laku dan suara ngeongnya demikian keras dan memekak. Apalagi jika sudah memasuki musim kawin. Ck ck ck kampung pun seakan-akan berubah menjadi panggung simponi yang ribut. Simponi yang sering membuat genting-genting bergeser.

Jose, Jose, ya, itulah nama orang yang tak mau menyeberangi Jembatan Tak Kembali. Jembatan untuk memperoleh kesempurnaan. Hanya karena tak mau meninggalkan kucing-kucingnya. Dan karena ketakmauannya itulah, banyak orang di kampung yang membicarakannya. Ada yang bangga. Ada yang cuek. Dan ada pula yang diam-diam menyebut Jose sebagai si aneh.

Si aneh yang lebih suka memberi makan kucing-kucingnya daripada mengejar kesempurnaan hidupnya. Dan mereka yang diam-diam menyebut Jose sebagai si aneh ini, semakin lama, semakin bertambah. Dan siasat pun mulai mereka gariskan. Yaitu, bagaimana caranya agar kucing-kucing Jose dapat berkurang.

Mulailah mereka mencuri kucing-kucing Jose. Yang kuning. Yang coklat. Yang hitam. Yang putih. Dan yang kelabu pun dicurinya. Dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke luar kampung. Sampai akhirnya, kucing-kucing Jose habis. Dan Jose pun kelimpungan. Dan Jose pun menjadi sedih. Setiap waktu, setiap saat, kerjanya cuma mencari kucing-kucingnya yang hilang.

Dan di antara rasa sedih dan mencari inilah, mereka yang telah mencuri kucing-kucing itu, berkata pada Jose: ”Jose, percayalah, kucing-kucingmu itu telah menyeberangi Jembatan Tak Kembali. Menyeberangi secara diam-diam.” Tapi anehnya, sejak perkataan ini terlontar, sejak itu pula sosok Jembatan Tak Kembali pun jadi menghilang. Tak berjejak. Seperti ditelan kegaiban.

Dan tikus-tikus, yang kini tak lagi punya penghalang itu, pun segera merajalela di kampung!


Diambil dari http://oase.kompas.com/read/2012/04/03/04131666/Jembatan.Tak.Kembali
Jembatan Tak Kembali oleh Mardi Luhung

Project Glass dari Om Google

0
Google tengah melakukan Project Glass, Kacamata Augmented Reality (AR). Google menjanjikan, kacamata ini bisa melakukan banyak hal (multi-tasking) seperti sebuah smartphone.

seberapa smart? yuk cek link ini :)
http://www.youtube.com/watch?v=9c6W4CCU9M4&feature=player_embedded#at=19

Mereka bertaruh nyawa, meniti tali temali di atas Sungai Ciberang untuk sampai ke sekolah.

0

Pada foto-foto yang diambil oleh Reuters, terlihat beberapa orang pelajar SMP dan SD di kampung Tanjung, Lebak, Banten, meniti sebuah jembatan rusak yang hanya dihubungkan dengan satu tali terbentang di atas Sungai Ciberang.
Merayap perlahan-lahan, mereka berusaha untuk tidak tergelincir masuk ke dalam sungai Ciberang yang berarus deras dan dalam. Sungai ini kerap digunakan para wisatawan untuk olah raga arung jeram.

Pegangan mereka hanyalah tali dan kayu-kayu sisa-sisa jembatan. Daily Mail menuliskan, anak terkecil yang pernah menyeberang berusia lima tahun. Penyeberangan menjadi semakin berbahaya jika sungai Ciberang diterpa banjir. Titian tali bisa terendam air dan putus terbawa arus.

"Aksi mereka seperti aksi di salah satu adegan di film Indiana Jones and The Temple of Doom," tulis Daily Mail.

Para pelajar mengaku lebih memilih menghadapi bahaya meniti tali ketimbang harus berjalan setengah jam lamanya ke jembatan yang lebih bagus. Jika mereka mencari aman, maka harus bangun pagi-pagi buta dan pulang ketika hari sudah gelap.

SUMBER : http://dunia.vivanews.com/news/read/281595-media-inggris--pelajar-ri-mirip-indiana-jones

Charlie Williams

0

"Ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak bernama Charlie yang didiagnosis kanker saat berusia 5 tahun. Lebih tepatnya pada 5 Mei 2005. Nama aku Charlie Williams, aku bisa saja mati sekarang tapi aku baru saja tahu kalau aku tidak akan mati.

Di rumah sakit Addenbrooke, aku harus melakukan perawatan medis seperti radioterapi yang membuat aku harus pergi ke sebuah terowongan silinder selama setengah jam. Ini cukup menakutkan bagi anak yang baru berusia 6 tahun seperti aku.

Aku juga harus melakukan scan MRI dengan masuk ke terowongan silinder yang diisi segala macam suara ketika kita berada di dalamnya. Lalu kemoterapi yang melalui infus dimasukkan ke dalam tubuh saya di dada bagian atas dan berlangsung setengah jam pada waktu tertentu. Aku juga harus melakukan banyak transfusi darah.

Jarum bukan hal terindah di dunia, tapi aku tahu ibu bisa membantu saya. Anda bisa bayangkan bagaimana rasanya saya ketika semua hal itu dimasukkan ke dalam diri seorang anak. Tapi sekarang saya terbiasa dengan hal itu.

Menjadi sakit dan mengetahui ada kemungkinan aku akan kehilangan berbagai hal, membuat aku lebih menghargainya. Misalnya materi seperti komputer, kalkulator, pensil dan pulpen menjadi barang yang khusus dijaga.

Sebuah pensil mungkin tidak berarti apa-apa bagi anak di sekolah saya, tapi untuk anak katakanlah di sebuah desa miskin di Uganda, maka itu menjadi hal yang berarti. Saya jadi memikirkan hal-hal seperti itu setelah sakit sekian lama.

Di sekolah ada juga anak-anak yang menyerang anak lain dengan melakukan sesuatu yang bodoh, itu sering terjadi dan saya tidak menyukainya. Mungkin orang melakukannya untuk menjadi pusat perhatian atau egois. Tapi memiliki sakit yang serius membuat Anda berpikir banyak hal, seperti mana yang penting dan tidak.

Aku ingin tahu apakah memiliki kanker bisa mengubah anak-anak yang tidak peduli dan egois tersebut?

Untuk semua anak-anak, makanan adalah satu hal yang biasa. Seseorang punya makanan favorit seperti cokelat, cheeseburger, kentang goreng, permen, sosis, kue dan masih banyak lagi. Tapi bayangkan jika tidak bisa mengonsumsi apapun, bahkan setetes air saja.

Ketika Anda harus menjalani begitu banyak operasi dan obat-obatan, maka Anda tidak bisa mengonsumsi atau menyimpan makanan itu. Selama di rumah sakit, saya pergi ke kantin dan melihat orang-orang makan, tapi saya tidak bisa makan seperti itu.

Saya tidak bisa makan banyak karena saya dilengkapi dengan tabung dari hidung. Itu adalah mesin kecil yang dilengkapi dengan botol kaca yang bisa memberikan semua hal yang saya butuhkan untuk makanan.

Semua hal itu membuat saya tidak bisa makan seperti anak normal lainnya, membuat saya rewel tentang makanan. Tapi sekarang saya tahu bahwa yang dilakukan itu untuk membuat saya aman. Dan sekarang saya bisa makan sosis setiap malam.

Orangtua mungkin terlihat seperti tidak adil, tapi mereka akan selalu membantu Anda

Orangtua mungkin terlihat sebagai sosok yang tidak adil karena tidak membiarkan Anda melakukan hal-hal yang Anda inginkan, tapi mereka akan selalu membantu. Mereka memberi Anda makan, pakaian, rumah dan akan membantu Anda ketika terluka.

Ayah dan ibu selalu duduk menemani saya hari demi hari selama di rumah sakit, mereka melihat ketika saya harus kesakitan dan menjalani semua jenis perawatan medis yang membuat saya tidak bisa berdiri. Saya tahu tangan pertama yang akan memegang saat melihat anak sakit adalah tangan orangtua.

Saya yakin ketika saya didiagnosis dengan tumor otak, mereka berpikir saya tidak akan bisa melaluinya. Bisakah Anda bayangkan jika orangtua berpikir bahwa Anda akan mati? Tapi saya bisa melaluinya dan terbebas dari kanker.

Saya adalah anak normal yang telah memiliki perjalanan mengerikan di masa kecilnya. Tapi saya memiliki sesuatu yang positif dan itu semua membuat saya berpikir serius dan bijaksana tentang kehidupan. Kanker telah membuat saya berpikir lebih bijaksana dalam melihat kehidupan apa yang ada dihadapan saya.

Sekarang Anda telah mendengar kehidupan nyata dari seorang penderita kanker, saya harap cerita ini bisa membuat Anda berpikir beberapa hal mengenai kehidupan Anda sendiri."

Patah hati dan Serangan jantung

0

Reader, kali ini Hana cuma mau bagi-bagi informasi, check this out!

orang yang sakit hati karena cinta memiliki risiko terkena serangan jantung 21 kali lebih tinggi pada hari kejadian, dan enam kali lebih tinggi pada hari normal dalam minggu pertama (setelah patah hati). Wanita sembilan kali lebih mudah mengalami 'sindrom patah hati' --trauma emosional atau rasa shock yang bisa memciu gejala serangan jantung atau masalah jantung lainnya.

SUMBER: http://javascript:void(0)www.wolipop.com/read/2012/01/12/183359/1814153/1135/awas-patah-hati-bisa-sebabkan-kematian

Saat Memakai Lensa Kontak

0
Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat memakai, melepaskan, membersihkan dan menyimpan lensa kontak. Berikut sembilan aturan tersebut, seperti yang dikutip dari lensprices.

1. Pastikan Anda memilih lensa kontak yang benar-benar sesuai dengan mata Anda. Hindari membeli lensa kontak tanpa memeriksa kondisi mata. Menggunakan lensa kontak yang tepat adalah langkah pertama untuk melindungi mata.

2. Cuci tangan sebelum memegang lensa kontak. Walau terlihat bersih, belum tentu tangan Anda bebas kuman dan bakteri. Oleh karena itu, jangan malas untuk selalu membersihkannya sebelum Anda memakai, membilas dan melepaskan lensa kontak.

3. Umumnya lensa kontak aman dikenakan selama delapan jam, lebih dari itu mata berpotensi kekurangan oksigen. Sebaiknya, jika Anda telah memakai lensa kontak sudah sampai delapan jam, segera lepas dan mencucinya. Setelah itu, Anda bisa menggunakannya kembali.

4. Hindari mencuci lensa kontak dengan air keran karena mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan mata. Para ahli menyarankan agar selalu menggunakan cairan pembersih khusus saat membersihkan lensa kontak.

5. Hindari terkena paparan asap, polusi dan angin karena bisa menyebabkan masalah pada lensa kontak sehingga menyebabkan mata menjadi kering. Jika hal ini terjadi, maka cucilah lensa kontak untuk mengembalikan kelembabannya.

6. Perhatikan mata dengan baik. Jangan teruskan pemakaian lensa kontak jika timbul iritasi atau rasa sakit pada mata Anda. Segera lepas lalu bersihkan sebelum memakainya kembali. Namun jika iritasi tak kunjung reda, segera hubungi dokter mata.

7. Kebiasaan yang keliru dan berisiko pada pembiakkan kuman adalah mencuci lensa kontak hanya saat akan dipakai. Banyak orang yang salah memperlakukan lensa kontak. Jadi setelah delapan jam dipakai, lensa kontak langsung disimpan dalam cairan perendam, tanpa dicuci lebih dahulu. Kebiasaan yang keliru ini menyebabkan terjadinya pembiakkan kuman di cairan perendam lensa kontak.

8. Setelah memakainya, cuci lensa kontak, lalu rendam di cairan khusus. Jangan lupa mengganti cairan perendam lensa kontak setiap hari.

9. Perhatikan masa kedaluwarsa lensa kontak Anda. Segera ganti dengan yang baru jika lensa kontak sudah kedaluwarsa. Jangan sampai haya karena alasan malas atau berhemat menimbulkan risiko kesehatan pada mata Anda.


SUMBER: detik.com

7 Efek Buruk Bila Kurang Tidur

0
Kekurangan tidur akan memberikan efek jangka pendek maupun jangka panjang. Efek langsungnya, ketika Anda terjaga dalam keadaan kaget karena mendengar suara alarm, Anda akan cenderung menjalani hari dengan moodyang kurang baik (1). Seiring berjalannya hari, Anda akan merasa bingung dan mudah jenuh. Tidur dalam waktu yang singkat juga akan mengurangi kecepatan reaksi Anda (2), sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan mobil dan musibah lain.

Lalu apa efek jangka panjangnya? Jam tidur yang berkurang dan terjadi secara rutin akan mengacaukan fungsi tubuh Anda. Salah satu buktinya, penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa menurunkan kadar hormon leptin (3), yang membantu mengontrol nafsu makan. Akibatnya, kalau Anda kurang tidur, ada kemungkinan Anda akan makan berlebihan.

Kekurangan tidur juga akan meningkatkan kadar hormon stres (4), yang akan memaksa tubuh mengirimkan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah. Tubuh juga akan menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Itu saja? Ternyata tidak. Penelitian lain menunjukkan bahwa kurang tidur akan menghentikan produksi senyawa kimia tertentu dalam sistem kekebalan tubuh (5), yang menjaga tubuh dari kuman. Kemudian, sebuah studi pada tahun 2009 juga mendapati bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam sehari akan meningkatkan peluang mengalami flu tiga kali lipat (6).

Berapa sebenarnya jam tidur Anda dalam sehari? Enam jam? Atau bahkan lima jam? Ternyata, menurut penelitian lain, ketika mengurangi jatah tidur dari delapan jam menjadi enam jam sehari, Anda akan menimbulkan kadar peradangan kronis (7). Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai problem lain, termasuk serangan jantung, stroke, dan osteoporosis.

Sumber: Readers Digest

Minuman Kesehatan dari Jamur

0

Jika masyarakat ingin memproduksi minuman berkhasiat dengan bahan baku jamur, cukup dengan merebus saja. Itu cara yang termudah dan tidak merusak kandungan beta-glukan pada jamur.

Dari literatur, jamur pangan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Manfaatnya, antara lain, sebagai penurun kolesterol, antihipertensi, antikanker, antivirus, antidiabetes, serta mampu meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh.

Tujuan lebih penting lagi adalah meningkatkan konsumsi jamur untuk mengurangi risiko terkena berbagai penyakit degeneratif. Saat ini urutan penyakit degeneratif yang paling mematikan adalah jantung koroner, kelainan pembuluh darah, diabetes, hipertensi, dan kanker.


SUMBER: http://health.kompas.com/read/2011/12/23/09423840/Minuman.Kesehatan.dari.Jamur

ABOUT DECEMBER

0

Everybody know that December is the last month in a year. At Indonesia, my lovely country, December is exist in rainy season. Some country, December is winter. And it’s make me wondering, how about other planet in other galaxy or maybe other universe?

No matter what the seasons, almost all people hope next year will be a better year. But unfortunately, people just hoping. Want to get extra, without more effort. It is possible?

No need to wait new year to be a better person, and gain more happiness. We should improve our self everyday, everytime, everywhere by care to others, give selflessly, and care to nature.

Be strong and happy December, readers!

REALITY IS SUCK! BUT WE CAN SURVIVE!

0

Asik ya readers pas baca novel atau melamun. Kita akan berandai-andai.
Seandainya hidup ini lebih mudah. Kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Tapi begitulah hidup.
Untuk pecundang, hidup adalah sarang masalah.
Untuk pemenang, hidup ini penuh tantangan.

Coba pikirkan hidup yang serba enak, sesuai keinginan
Tentu tidak menyenangkan karena hidup menjadi monoton

Setiap usaha dan jerih payah kita. Tangis dan tawa.
Akan menjadi memory berharga.
Setiap mimpi-mimpi kita, lingkungan dan orang-orang disekitar kita
Akan menjadi pengalaman tak terduga.

Tidak ada yang menginginkan kepastian seratus persen
Karena hidup penuh dengan perubahan. Satu-satunya hal yang tidak akan berubah.
Dan bisa jadi hal-hal yang tak terduga menjadi motivasi untuk tetap hidup.

Here we are.
Hidup kita lebih mendebarkan dari novel dan film.
We can survive!

KEKERABATAN ERAT-KEKERABATAN LONGGAR

0

Readers, betapa kuatnya sebuah hubungan itu. Akibat hubungan, kita tidak mampu bersikap objektif. Semenjak awal, kita sudah memiliki bias-bias karena adanya keberpihakan.

Dengan mudah kita dibohongi oleh orang yang berkerabat dekat dengan kita. Itu semua karena kita percaya.
Dengan mudah kita memilih berpihak, tidak ikut menghakimi meskipun kita tahu orang itu juga bersalah.
Dengan mudah kita membutakan mata, menulikan telinga, dan menutup pikiran kita hanya untuk orang yang belum tentu benar namun berkerabat dekat dengan kita.

Begitulah hidup, kita rela berkorban, memungkiri kebenaran demi orang yang memiliki relasi dengan kita.